Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DM tak pantas di Instagram akan Terkena filter Otomatis

 


Instagram akan segera menghadirkan fitur filter DM otomatis yang berisi ujaran kebencian dan kekerasan di beberapa negara yang belum diketahui daftarnya.


Citangkolo.Net - Facebook dikabarkan sedang mengerjakan fitur baru untuk Instagram . Ini bertujuan untuk membuat aplikasi menjadi tempat yang aman bagi pengguna sekaligus memerangi ujaran kebencian. Fitur berupa filter otomatis terhadap pesan langsung atau DM yang diidentifikasi mengandung unsur kekerasan dan kebencian. Artinya, permintaan DM dengan kata, frasa, dan emoji yang menyinggung akan otomatis disaring.

Ini bukan upaya pertama Instagram dalam memerangi ujaran kebencian. Pada awal tahun, perusahaan mengumumkan akan mulai menonaktifkan akun dengan catatan mengirim banyak pesan yang tidak pantas. Kini, perusahaan mengambil langkah yang lebih dekat kepada keamanan pengguna.


Tentunya, fitur baru ini akan menyasar para selebriti dan publik figur. Tidak semua pengguna dapat merasakan fitur ini ketika sudah meluncur nanti. Selebriti dan orang terkenal menerima banyak DM setiap hari, kebanyakan dari itu adalah ujaran kebencian.

Fitur baru ini mungkin terasa familiar. Untuk diketahui, Instagram sebelumnya juga pernah menghadirkan fitur filter otomatis terhadap isi pesan yang serupa, tapi di kolom komentar. 


Komentar yang menyerang penampilan atau karakter seseorang pada 2018 silam akan secara otomatis dihapus.

Instagram akan memberikan opsi kepada pengguna untuk mengaktifkan fitur ini atau tidak. Jika diaktifkan, DM yang sudah difilter akan ditempatkan di folder terpisah secara otomatis. 


Namun, folder akan tampak tersembunyi, sehingga pengguna tidak terganggu saat sedang melihat-lihat DM yang lain. Pengguna juga akan memiliki opsi untuk membaca, menghapus, atau melaporkan pesan yang difilter.


Menurut laporan dari Gizchina( 22/4 ), aplikasi menggunakan daftar frasa ofensif yang telah ditetapkan sebelumnya untuk memfilter DM. Perusahaan mengklaim, daftar tersebut dibuat bersama organisasi anti-diskriminasi dan anti-intimidasi terkemuka. Tentu saja, pengguna juga memiliki kesempatan untuk menambahkan kata-kata khusus ke dalam daftar.


Pengumuman mengatakan, fitur akan segera diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang di beberapa negara. Sayangnya, belum ada informasi negara mana saja yang akan lebih awal menerima fitur tersebut.