Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tergiur Prakerja Gelombang 11 melalui Pesan Berantai, Seorang Wanita Jadi Korban

Prakerja Gelombang 11

Gelombang 10 ini menuntaskan kuota tahun 2020. Apakah akan ada gelombang tambahan itu tergantung keputusan KCK.Saat Kartu Pra Kerja Gelombang 11 Dibuka, Pendaftaran Hanya di www.prakerja.go.id

Citangkolo.Net - Program Kartu Prakerja bertujuan untuk mengembangkan kompetensi angkatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing angkatan kerja, serta mengembangkan kewirausahaan.

Awalnya, program diprioritaskan untuk pengangguran muda. Namun untuk merespon COVID-19, program diprioritaskan juga bagi pekerja dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak.

Orang yang sudah bekerja, karyawan dan korban PHK juga boleh mendaftar program Kartu Prakerja. Namun, prioritas tetap diberikan pada pengangguran muda dan pekerja maupun pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak COVID-19.

Karena perubahan tujuan dari prakerja sebelumnya, tidak heran banyak orang yang berminat untuk bisa mendapat bantuan insentif dari prakerja.  Akibatnya banyak pendaftar yang gagal karena alasan kuota penuh. Bagi yang gagal terus tentu berharap ada gelombang berikutnya setelah terakhir yang ke 10. 

Oknum tidak bertanggung jawab mengambil kesempatan ini untuk mereka yang belum berhasil dengan membuat info pendaftaran gelombang 11. 

Dilansir GridHot.ID - Jangan Asal Klik! Tergiur Pesan Berantai Daftar Kartu Prakerja Gelombang 11, Wanita Ini Malah Jadi Korban. 

Besarnya keinginan masyarakat untuk mendaftar Kartu Prakerja ternyata disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Mereka tega menyebarkan informasi yang salah dan bahkan melakukan penipuan.

Belakangan, beredar pesan berantai yang menginformasikan bantuan Rp 600.000 Kartu Prakerja dengan menautkan link prakerja.vip.

Namun, sebaiknya jangan pernah klik link prakerja.vip, Akibatnya berbahaya bagi keamanan akun di ponsel kamu.

Waspada penipuan, link penipuan prakerja VIP, yakni tentang pendaftaran kartu prakerja gelombang 11 viral di whatsapp.

Berikut bunyinya:

"Daftar Prakerja Sekarang Dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan Langkah untuk mendaftar Prakerja

Kunjungi situs https://prakerja.vip

Isi formulir data diri

Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp

Bantuan akan dikirim melalui rekening bank harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan

https://prakerja.vip"


Hasilnya saat klik https://prakerja.vip

Berdasarkan penelusuran  menggunakan laptop, saat mengakses prakerja.vip malah mengarahkan pada situs berbahaya.

"Whoa! Are you sure you want to go there?

https://azoaltou.com/afu.php may be risky to visit"

Meski mengatakan situs itu adalah daftar prakerja, kenyataannya pengakses akan diarahkan ke situs yang mengunduh program.

Hasilnya selalu berubah. Pada percobaan selanjutnya, pengakses malah diarahkan ke situs belanja online. Jika menggunakan smartphone, diarahkan langsung ke website mirip sekali web prakerja asli.

*INGAT akun resmi kartu prakerja adalah www.prakerja.go.id. Waspada penipuan.


Makan Korban

Annisa, karyawati pabrik di Kecamatan Bawang, Banjarnegara yang menerima pesan itu dari temannya seketika tergiur.

Ia tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengikuti program tersebut.

"Saya sempat tanya ke teman, apa prakerja masih buka. Dijawab katanya masih,"katanya

Annisa tak memasang curiga.

Ia langsung masuk ke link website tersebut sesuai petunjuk.

Setelah link berhasil dibuka, ia diarahkan untuk mengisi identitas atau nama lalu diminta untuk memasukkan nomor telepon.

Annisa pun mengikuti petunjuk itu dengan menuliskan nama lengkap dan nomor handphone pribadinya. Hingga ia diarahkan ke tahapan selanjutnya, Annisa mulai merasa ada yang janggal.

Ia diminta untuk membagikan info pendaftaran prakerja melalui link itu ke banyak nomor whatsapp, baik akun pribadi atau grup.

Tapi ia memutuskan tetap mengikuti petunjuk itu. Annisa telah membagikan info itu ke 20 nomor whatsapp yang tersimpan di kontaknya.

Meski demikian, ia belum juga berhasil mendaftar. Ternyata, ia harus membaginya informasi itu ke 100 nomor whatsapp untuk bisa berlanjut ke tahapan selanjutnya. Karena registrasinya belum berhasil, ia lantas berkonsultasi ke saudaranya.

Hingga ia akhirnya tersadar, link pendaftaran yang ia akses bukan link website resmi pemerintah.

Beberapa saat kemudian, ia bahkan tidak bisa lagi mengakses link tersebut. Annisa semakin yakin jika link tersebut abal-abal.

"Saya akhirnya tidak lanjutkan. Linknya juga sudah tidak bisa diakses,"katanya.

Annisa agak khawatir. Terlebih ia telah mengupload nama lengkap dan nomor handphone pribadinya.

Ia takut data pribadinya itu disalahgunakan. Ternyata ia bukan sendirian.

Pesan mengenai petunjuk pendaftaran prakerja itu telah beredar kemana-mana.

Terlebih link itu mengarahkan pengaksesnya untuk membagikan informasi pendaftaran ke banyak nomor whatsapp.

"Sudah banyak yang terima pesan itu dan mendaftar. Info itu juga terus menyebar," katanya.

Berlangganan via Email