Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Topi Dinasti Song digunakan untuk Praktek Social Distancing

Topi Dinasti Song digunakan untuk Praktek Social Distancing
Dinasti Song yang memerintah di Tiongkok antara tahun 960. Menciptakan desain topi itu untuk menegakkan tata tertib di pengadilan dan mencegah orang-orang bersekongkol melawannya. Dia percaya ekor panjang pada topi akan mempersulit para pejabat berbisik-bisik, jadi mereka akan kesulitan bersekongkol melawannya di pengadilan.


Dilansir indozone.id Utamakan Jaga Jarak, Siswa SD di Tiongkok Diminta Pakai Topi Satu Meter

Setelah tiga bulan diliburkan karena Covid-19, kini banyak sekolah di Tiongkok mulai mengaktifkan kembali proses belajar. Namun, beredar di media sosial bahwa anak-anak diminta untuk memakai topi yang dimodifikasi.

Pada bagian atas topi tersebut harus diisi dengan ukuran satu meter agar dapat menjaga jarak dengan teman sekelasnya. Kepala Kekolah Dasar Yangzheng di Hangzhou, mengatakan bahwa topi itu akan membantu siswa jaga jarak.
Topi Dinasti Song digunakan untuk Praktek Social Distancing

"Kami meminta siswa kami untuk mengenakan topi satu meter agar tetap menjaga jarak satu meter dari satu sama lain," kata Hong dilansir dari Daily Mail, Selasa (28/4/2020).

Para siswa juga tetap bisa melakukan komunikasi dengan teman sekelas memakai topi tersebut. Para guru juga sebelumnya meminta murid mereka untuk membuat tutup kepada sebelum kembali ke sekolah.

Topi Dinasti Song digunakan untuk Praktek Social Distancing

Bulu-bulu panjang horisontal seperti digunakan di zaman Dinasti Song yg seharusnya untuk mencegah para pejabat berkonspirasi menyuarakan satu sama lain ketika berada di pengadilan, jadi jarak sosial sebenarnya adalah fungsi aslinya.

Berlangganan via Email