Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiap 100 tahun Pandemi datang untuk seleksi Alam

Benarkah Pandemi Berulang Tiap 100 Tahun?

Bumi ini sudah tua..
Disana Merasa seperti Tuhan ..
Disini merasa paling beriman...


Sudut lain, kebaikan jadi kebanggan
Padahal kosong...

Beragama tapi lupa dunia ini fana..
Selalu di sanjung bak dewa.

Kini semua tau..
Semua ingat...
Dan kembali pada Tuhan.
Karena corona.
••••

Kembali ke berita viral_

Kabar tersebut merupakan unggahan akun instagram @pendapatkita, pada 18 Maret 2020.

Berikut isinya:

"Kalau dibaca, ia mungkin kedengaran seperti memes atau bahan jenaka dikaitkan dengan wabak penyakit yang bermula di China dan kini kian menular ke seluruh dunia.
Namun begitu, ini ialah fakta sejarah yang sememangnya tidak dapat dinafikan kerana pada tahun-tahun tersebut, sememangnya ada penularan wabak penyakit yang menggemparkan seluruh dunia..

Pada tahun 1720, dunia diperlihatkan dengan penularan wabak The Great Plague of Marseille yang membunuh kira-kira 100 ribu orang di Marseille, Perancis. Penyakit ini disebarkan melalui lalat yang membawa bakteria penyebab penyakit ini..

Pada tahun 1820 pula, dunia diperlihatkan dengan penyebaran penyakit kolera ke negara-negara Asia seperti Filipina, Thailand dan Indonesia (ketika itu disebut sebagai wilayah Hindia Timur Belanda). Wabak ini dikenalpasti berpunca daripada air di kawasan-kawasan tasik yang tercemar.
Penyakit ini telah menyebabkan kira-kira 100 ribu orang terkorban ketika itu..

Apa yang lebih mengejutkan dunia ialah penularan wabak Spanish Flu pada tahun 1920 iaitu 100 tahun yang lalu. Penyakit ini dicatatkan sebagai penyakit yang paling berbahaya dalam sejarah berikutan angka kematian yang mencapai 100 juta orang disebabkan penyakit itu.
Kira-kira 500 juta orang telah dijangkiti oleh Spanish Flu ketika itu..

Kini di tahun 2020, dunia sekali lagi dikejutkan dengan penyebaran wabak Coronavirus yang bermula di wilayah Wuhan, China dengan keupayaan untuk menyerang sistem pernafasan manusia. Setakat ini, beberapa negara di seluruh dunia telah terkesan dengan penyakit ini termasuklah negara jiran seperti Thailand dan Singapura..Adakah sejarah penyakit ini akan terus berulang setiap 100 tahun atau ini hanya kebetulan? Wallahua’lam!repost @rodafakta."


Infografis itu beredar di media sosial, menyebut bahwa dunia mengalami pandemi dengan pola berulang tiap 100 tahun. Disebutkan, virus Corona COVID-19 merupakan babak terbaru dalam siklus tersebut.

Beredar dengan beberapa variasi, infografis viral yang tidak diketahui asal usulnya tersebut menyebut 4 pandemi:

1720: Black Death, beberapa versi hanya menyebut plague atau pes

1820: Kolera

1920: Flu Spanyol

2020: Virus Corona COVID-19

Benarkah ada pola seperti itu?

Tidak akurat

Dikutip dari WHO.int, Black Death dikenal sebagai pandemi pes di abad ke-14 yang menewaskan lebih dari 50 juta orang di Eropa. Penyakit ini pertama kali mewabah antara tahun 1347-1351, bukan 1720 seperti disebut dalam beberapa versi infografis siklus pandemi 100 tahun yang viral.

Wabah pes memang pernah terjadi pada 1720, tepatnya di Prancis. Dikenal sebagai Great Plague of Marseille, dan menewaskan lebih dari 126.000 orang di Eropa. Karena sebagian besar kasus ditemukan di Prancis, wabah ini tidak dikategorikan sebagai pandemi.

Pandemi kolera di abad ke-19 juga tidak dimulai pada 1820, melainkan pada 1817. Jutaan orang tewas akibat pandemi yang bermula di Kalkuta, di sepanjang Sungai Gangga, tersebut.

Flu Spanyol yang disebabkan oleh virus H1N1 menyebar bukan cuma di tahun 1920, melainkan sejak 1918-1919. Sebanyak 500 juta orang atau nyaris sepertiga penduduk dunia terinfeksi virus ini. Dengan kematian mencapai 50 juta orang di seluruh dunia, flu spanyol tercatat sebagai salah satu pandemi paling buruk sepanjang sejarah.

Ada banyak pandemi lain

Di luar 4 pandemi yang diklaim dalam infografis, sebenarnya ada banyak pandemi lain yang tidak mengikuti siklus 100 tahun. Pandemi kolera misalnya, terjadi beberapa kali sejak mewabah di India pada 1817.

Siklus 100 tahun juga tidak terlihat jika memperhitungkan sejumlah pandemi lain dalam sejarah, misalnya flu babi atau H1N1 pada 2009.

#cekHoax Kesimpulan

Memang benar bahwa ada wabah yang terjadi pada 1720, 1820, dan 1920 (meski beberapa versi menyebut Flu Spanyol berakhir pada 1919), namun apa yang diungkap dalam unggahan akun instagram @pendapatkita tidak tepat.

Sebab, juga ada pandemi dan wabah yang terjadi sebelum 1720, juga di tahun-tahun lain antara 1720-1920 -- yang tidak berakhiran dengan angka 20. 

Berlangganan via Email