Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tingkat kesembuhan akibat COVID-19 ini cukup tinggi pada pasien yang memiliki Imunitas Baik

Citangkolo.Net - Peneliti Australia berhasil memetakan bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap COVID-19 yang dipicu oleh Virus Corona. Laporan itu diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada Selasa (24/3/2020) kemarin.

Dalam laporannya disebutkan bahwa seseorang kembali pulih, seperti halnya ketika mereka terserang flu biasa.


Yang menjadi kuncinya adalah menentukan sel kekebalan tubuh mana yang muncul atau bereaksi tersebut, sehingga bisa menjadi petunjuk untuk pengembangan vaksin virus corona atau covid-19.

Ini sangat penting dilakukan mengingat hingga Kamis (26/3/2020) ini saja sudah ada 468,577 kasus positif di seluruh dunia, dengan 21,185 kematian dan 113,817 pasien sembuh.

"Penemuan ini penting karena ini adalah pertama kalinya kami benar-benar memahami bagaimana sistem kekebalan tubuh kita saat bereaksi untuk melawan virus corona baru," kata penulis laporan itu, Prof Katherine Kedzierska sebagaimana dilansir BBC News.

Kabar baiknya, tingkat kesembuhan akibat COVID-19 ini cukup tinggi. Hal ini menandakan bahwa ada sistem kekebalan tubuh yang berhasil melawan Virus Corona.

Tetapi untuk pertama kalinya, penelitian mengidentifikasi empat jenis sel kekebalan yang muncul untuk melawan Covid-19.

Hal ini diperoleh dari hasil pengamatan terhadap pasien positif yang menjunjukan efek ringan, hingga sedang serta pasien positif yang tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali.

Salah satunya adalah pasien positif COVID-19 dari Wuhan, China yang datang ke rumah sakit di Australia.

Pasien berusia 47 tahun ini kembali pulih dalam waktu 14 hari.

Prof Kedzierska mengatakan kepada BBC bahwa timnya telah memeriksa "seluruh respon imun" pada pasien ini.

Tiga hari sebelum wanita itu mulai membaik, sel-sel tertentu terlihat dalam aliran darahnya.

Pada pasien influenza, sel-sel yang sama ini juga muncul sekitar waktu ini sebelum pemulihan, kata Prof Kedzierska.

"Kami sangat gembira dengan hasil ini, dan fakta bahwa kami dapat menangkap kemunculan sel-sel kekebalan pada pasien yang terinfeksi sebelum perbaikan klinis," katanya kepada BBC.

Lebih dari selusin ilmuwan bekerja sepanjang waktu selama empat minggu untuk menyampaikan analisis, tambahnya.

Prof Bruce Thompson, dekan ilmu kesehatan di Swinburne University of Technology menambahkan bahwa dengan mengidentifikasi kapan sel-sel kekebalan tubuh itu muncul, maka akan sangat membantu memprediksi perjalanan virus.

"Ketika Anda tahu kapan berbagai respons terjadi, Anda dapat memperkirakan kapan proses pemulihan itu terjadi," kata Prof Thompson kepada BBC.

Senada, Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt juga mengatakan bahwa temuan itu juga dapat membantu "mempercepat" vaksin dan perawatan potensial untuk pasien yang terinfeksi.

Prof Kedzierska mengatakan langkah selanjutnya bagi para ilmuwan adalah untuk menentukan mengapa respons kekebalan lebih lemah dalam kasus yang lebih buruk.

"Ini benar-benar penting sekarang untuk memahami apa yang kurang atau berbeda pada pasien yang telah meninggal atau yang memiliki penyakit parah - sehingga kita dapat memahami bagaimana melindungi mereka," katanya.

Pada bulan Januari, lembaga ini menjadi yang pertama di dunia untuk menciptakan kembali virus di luar China.

Dalam prosesnya, mereka menerima dana tambahan dari pemerintah Australia serta sumbangan dari bisnis dan miliarder China Jack Ma.


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Kabar Baik, Peneliti Berhasil Ungkap Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh Terhadap Virus Corona,

Berlangganan via Email