Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tanpa Paksaan , Nadiem Makarim Mengajak Mahasiswa Untuk Jadi Relawan untuk Cegah Covid-19


Situasi virus corona (COVID-19)
28 Maret 2020
9:43 WIB
Indonesia
Positif 1046
Sembuh 46
Meninggal 87

Global
Negara / Kawasan 199
Kasus Terkonfirmasi 465,915
Kematian 21,031
(https://www.covid19.go.id/)

Citangkolo.Net - Pandemi Covid 19 menjadi wabah serius bagi Negara bukan hanya Indonesia. Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah melakukan berbagai cara. Terutama Para Dokter, Perawat sebagai Garda terdepan untuk menangani pasien yang jumlahnya tiap hari bertambah.

Tapi, Apakah harus mengandalkan pemerintah dan orang-orang sebagai garda terdepan? Tentu tidak ! Semua unsur Masyarakat harus berperan dalam memerangi Wabah ini.

Seperti yang katakan Nadiem Makarim , Bahwa ranah Pendidikan sangat diperlukan untuk mencegah pandemi covid 19.

Dikabarkan melalui Media Cetak Radar Tasikmalaya Edisi 28 Maret 2020.


KEMENDIKBUD Mahasiswa Disiapkan Jadi Relawan 

JAKARTA- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) téngah melakukan perekrutan relawan mahasiswa, baik medis maupun non medis dalam menangani pandemi Corona (Covid-19) di dalam negeri.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, bahwa ajakan atau perekrutan relawan mahasiswa ini bersifat sukarela tanpa paksaan.

"Tidak ada paksaan. Ini adalah gerakan sukarela. Negara membutuhkan pahlawan- pahlawan medis yang berjuang bersama demi masyarakat," kata Nadiem, Senin (23/3).

Nadiem menjelaskan, tugas para relawan nantinya akan fokus untuk melakukan edukasi, pencegahan, dan pengendalian terhadap wabah virus Corona dengan cara memberikan informasi, edukasi, melayani call center kepada masyarakat, serta menyiapkan diri sebagai tenaga bantuan dalam kondisi darurat sesuai dengan kompetensi.
Nadiem menambahkan, mahasiswa yang menjadi relawan akan mendapat pelatihan, insentif dari Kemendikbud, hingga satuan kredit semester (SKS).

"Kepada mahasiswa yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan, disiapkan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), insentif dari Kemendikbud, dan sertifikat pengabdian kepada masyarakat yang dapat disesuaikan oleh universitas masing-masing untuk menjadi bagian dari penilaian kinerja dalam program koas atau sebagai satuan kredit semester," jelasnya

Menurut Nadiem, perjuangan melawan virus Corona membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat. Begitu juga peran dari generasi muda yang memiliki bakat di bidang kesehatan.

"Kami paham betul bahwa risiko terkait hal ini cukup besar, namun upaya ini tidaklah akan berhasil tanpa dukungan seluruh masyarakat, terutama bagi generasi muda yang memiliki talenta-talenta yang tepat," ujarnya.

Nadiem juga mengaku, bahwa Kemendikbud sudah bekerja sama dengan rektor atau direktur politeknik kesehatan untuk mendorong dekan di fakultas rumpun kesehatan untuk melakukan sosialisasi tentang inisiatif ini kepada mahasiswa tingkat akhir atau co-assistant (koas) di kampus masing-masing.

"Kemendikbud juga telah berkoordinasi dengan sekitar 26 fakultas. kedokteran dan rumah sakit pendidikan sebagai tempat sub- center untuk screening dan penänganan pasièn eorona," terangnya.

Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, bahwa dalam perekrutan relawan mahasiswa ini, Kemendikbud bekerja sama dengan sejumlah pihak pendidikan dan kesehatan.

"Relawan mahasiswa ini nantinya memiliki tugas untuk komunikasi, informasi dan edukasi. Misalnya, di pusat panggilan, penelusuran, pemeriksaan dan lainnya," kata Nizam.

Nizam menjelaskan, bahwa nantinya relawan yang bergerak pada non medis tidak menangani pasien secara langsung. Namun, bagi relawan medis dan harus berhubungan dengan orang yang diduga terjangkit Covid-19.

Lalu bagaiman dengan masyarakat  biasa?
Pemerintah hanya menginstruksikan untuk tetap #dirumahaja . Dengan langkah demikan , penyebaran virus corona akan terhenti. Kamu tidak tertular dan kamu tidak menularkan. 

Berlangganan via Email