(Ujian Nasional dihapus) Berikut Usulan dan Keputusan Mengenai Nasib Ujian Nasional

Ujian Nasional dihapus

Citangkolo.Net - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim berencana menghapus Ujian Nasional mulai 2021. Selaku pengganti, Kemendikbud tengah menggodok alternatif untuk mengevaluasi proses belajar apabila UN resmi dihapuskan.

Ikatan Guru Indonesia( IGI) angkat bicara terpaut kebijakan penghapusan Ujian Nasional( UN).

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim menuturkan sebaiknya pemerintah menghapus UN mulai tahun depan alias 2020, bukan tahun 2021.

Faktornya, ujian nasional tidak berikan utilitas signifikan terlebih buat sekolah- sekolah tertinggal.

" Imbas dari hasil ujian nasional tidak nampak sama sekali di lapangan serta bila Ujian Nasional dianggap bagaikan suatu pemetaan hingga sebetulnya Ujian Nasional ini tidak berarti sama sekali".

BacaKekurangan dan Kelebihan UNBK Bagi Siswa dan Pemerintah

Beberapa Usulan sebagai pengganti Ujian Nasional

Para pemerhati pendidikan menganjurkan bermacam tata cara penilaian yang diduga sesuai selaku pengganti ujian nasional bila UN jadi dihapus. Salah satu yang timbul yakni pemaparan portofolio hasil karya siswa sepanjang mengenyam pembelajaran.

Bagi pengamat pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis ( Cerdas), Indra Charismiadji, pada masa depan, anak wajib disiapkan untuk menghasilkan pekerjaan, bukan lagi selaku pekerja. Bila arahnya ke situ, ia memperhitungkan wujud penilaian hasil belajarnya merupakan portofolio.

Pelajaran Berbasis Proyek

Guru dapat membagikan tantangan kepada siswa untuk terus membuat proyek selaku metode mengevaluasi hasil pendidikan. Metode semacam itu diterapkan di beberapa negara, di antara lain Singapore.

Menurut pengamat pendidikan, Mohammad Abduhzen, bila ujian nasional jadi dihapus, hingga penilaian wajib kembali serupa yang telah didetetapkan dalam Undang- Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional di Pasal 57 serta 58.

Terdapat 2 model penilaian yang dapat dipakai. Pertama, kata Abduhzen, evaluasi hasil belajar yang dicoba oleh guru ataupun sekolah. Kedua, evaluasi untuk pengendalian kualitas nasional ataupun pemetaan yang dicoba oleh lembaga independen, semacam BSNP.

Penilaian Lewat Nonujian

penilaian hasil belajar dapat dicoba lewat tata cara tes serta non- ujian. Tata cara tes dicoba seperti tes sekolah yang berlangsung sepanjang ini. Sebaliknya tata cara non- ujian terprogram eksklusif, semacam perkuliahan.“ Ketika semua SKS( satuan kredit semester) telah lulus, anak dapat diduga tamat,”.

Kabar lain: Pemuka Agama di India Membuat Negara Sendiri , Padahal Buron
Keputusan

Ujian Nasional( UN) dihapus hendak diubah jadi Asesmen Kompetensi Minimum serta Survei Kepribadian mulai 2021. Tidak hanya itu, Ujian Sekolah Berstandar Nasional( USBN) pula hendak diubah.

Mendikbud Nadiem Makarim disaat rapat koordinasi bersama dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/ kota se- Indonesia. Nadiem menetapkan arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN pada 2020 hendak diterapkan dengan tes yang diselenggarakan cuma oleh sekolah.

Untuk 2020, USBN itu hendak diubah, dipulangkan kepada esensi UU Sisdiknas, kepada seluruh tiap sekolah untuk menyelenggarakan tes kelulusannya sendiri, dengan pastinya menjajaki kompetensi- kompetensi dasar yang telah terdapat di kurikulum.

Pengamat pendidikan: Itje Chodijah, menerangkan pengganti ujian nasional dapat dicoba dengan berbagai assessment. Misalnya, melaksanakan tes serta observasi kala anak- anak berdiskusi antar- sesama.

“ Tes itu cuma salah satu dari assessment. Banyak triknya,” ucapnya.

Sepanjang waktu belajar dengan siswa, guru mesti peka untuk mengevaluasi hasil belajar. Triknya dapat dengan bermain. Pada saat bermain seperti itu guru melaksanakan observasi. Perihal itu dapat dicoba pada setiap minggu keempat pengajaran.

Pada 3 pekan sebelumnya, guru membagikan uraian mengenai topik bahasan.

“ Hasilnya nanti dikumpulkan hingga mereka hendak bergeser jenjang. Saat ini metode( evaluasinya) hanya tes”.


Pastikan Masih berbasis komputer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menetapkan penerapan program asesmen kompetensi minimum bakal dilaksanakan dengan berbasis komputer.

Bagi Nadiem Makarim, standar nasional untuk program ini wajib berbasis komputer. Program tersebut dibikin buat menukar program Ujian Nasional( UN).


Alibi Nadiem ubah program ujian nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sebabnya menghasilkan program Merdeka Belajar saat sebelum 100 hari kerjanya.

Nadiem tadinya berkata masih menekuni, melaksanakan penilaian serta konsultasi sepanjang 100 hari awal masa kerjanya.

" Waktu awal kali sertijab, aku sebut jika 100 hari awal merupakan untuk belajar. Tetapi karna Kabinet Indonesia Maju. Kami memutuskan untuk lekas melaksanakan hal- hal serta kerja nyata. Jadi bukan cuma rencana saja, tetapi pula menghasilkan kebijakan yang dibutuhkan untuk guru serta siswa- siswa di Indonesia,".

Program UN hendak senantiasa dilaksanakan pada 2020. Tetapi, pada 2021 program ini hendak digantikan dengan asesmen kompetensi minimum serta survei kepribadian.


Artikel ini mengutip dari beberapa media online.
[sindonews, newsdetik, nasiona tempo, nasional kompas, tribunnews]

Berlangganan via Email