Berikut Pendapat Ahli dan Bantahan FaceApp yang diduga Mencuri Data Pengguna

Iklan Semua Halaman

Berikut Pendapat Ahli dan Bantahan FaceApp yang diduga Mencuri Data Pengguna

cto.author
FaceApp - Kredit Gambar Google Play Store
Citangkolo.Net - Aplikasi FaceApp menjadi viral dan menjadi perbincangan kalangan nitizen , apalagi setelah App ini dikatakan tidak aman.

Hampir semua para pengguna mengedit foto mereka menjadi terlihat tua dan kemudian diunggah ke media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Termasuk para artis juga menggunakan App perubah wajah ini.

Merekalah yang menambah Viralitas aplikasi buatan Rusia tersebut , Ketika sejumlah selebritas Tanah Air dan Hollywood setelah mengedit wajah mereka menjadi tampak jauh lebih tua dengan menggunakan FaceApp. Kemudian menggunakan hastag #FaceAppChallenge , ini sempat viral di berbagai platform media sosial.

Dianggap bahaya karena aplikasi ini buatan Rusia dan banyak dugaan kalau platform ini diam-diam mencuri data pengguna dan  dimanfaatkan untuk keperluan tertentu.

Semua Aplikasi yang di pasang pada perangkat cerdas , selain FaceApp sebenarnya juga menyimpan data pengguna. Ini bisa di lihat pada kebijakan pengguna.

Lantas kenapa begitu cepat viral?
Pernyataan pertama yang mengatakan FaceApp berbahaya adalah Anggota FBI dari Amerika Serikat, sedangkan Aplikadi perubah wajah ini di buat oleh Rusi. Wajarnya saja kedua negara tersebut memang selalu terjadi konflik.

Apa Pendapat dan Bantahan Mereka mengenai Aplikasi FaceApp ?


  • Yaroslav Goncharov

Mantan eksekutif Yandex dan CEO FaceApp menjelaskan, foto yang disimpan di server sebenarnya digunakan untuk membuat proses pengeditan lebih efisien untuk pengguna. Setelah itu, foto-foto tersebut akan dihapus dalam waktu 48 jam.

  • Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha 

Ia mengatakan sebenarnya FaceApp sudah memberikan ketentuan bahwa mereka bisa menjual serta mendistribusikan foto yang ada di aplikasi serta foto tidak otomatis terhapus dari server mereka meski sudah kita hapus.

"Satu hal yang perlu dicatat, FaceApp adalah aplikasi gratis yang tentunya membutuhkan pemasukan. Salah satunya dengan menjual foto kita untuk tujuan komersial. Tidak seperti Facebook dan Instagram yang mengolah data para pemakainya dan bisa saja dijual pada pihak ketiga, seperti skandal Cambridge Analytica,"

Baca : Ada Malware Menyerupai WhatApps, Hati-hati

FaceApp hanya mengumpulkan foto, dan memang ada kekhawatiran bahwa foto tersebut dikumpulkan untuk nantinya digunakan untuk membuka password di smartphone. Meski kemungkinan itu ada, namun masih terlalu jauh.

Perlu diingat "Sebenarnya Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi kita dibandingkan FaceApp. Sebaiknya, orang-orang penting seperti pejabat, tidak memakai aplikasi ini,"

  • Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA

Mayoritas (63 persen) konsumen tidak membaca perjanjian lisensi dan 43 persen hanya mencentang semua izin privasi, ketika mereka menginstal aplikasi baru.

"Di masa masyarakat yang takut ketinggalan tren (FOMO atau Fear of Missing Out) bisa membuat pengguna tidak peduli dengan keamanan--seperti memberikan izin aplikasi tanpa dipikirkan masak-masak," kata Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Kaspersky SEA via email.

Pada dasarnya, tidak ada salahnya bila kita mengikuti tren yang terjadi di media sosial saat ini.

"Akan tetapi, ada baiknya untuk berhati-hati memberikan aplikasi FaceApp atau yang lainnya akses ke dalam kontak, foto, dan pesan pribadi,"

  • Bantahan Pihak FaceApp

TechCrunch untuk mengklarifikasi kebijakannya terkait masalah privasi.
Meskipun persyaratan layanan menunjukkan data masih dapat ditransfer ke tim pengembang Rusia, perusahaan mengklaim bahwa data pengguna tetap berada di server.

"Meskipun tim riset dan pengembangan inti berlokasi di Rusia, data user tidak dikirimkan ke Rusia,"

Selain itu, FaceApp mengatakan, 99 persen pengguna memilih untuk tidak melakukan log in, sehingga aplikasi tidak memiliki banyak cara untuk mengidentifikasi informasi pengguna.

Baca : Pemuda Indonesia Bobol Keamanan Google


Komentar Nitizen /Pengguna FaceApp
Para pengguna melalui google play memberikan komentar mengenai aplikasi yang lagi viral ini.
Meskipun banyak digunakan tetapi pengguna merasa kecewa karena ada yang tidak beres mengenai penggunaan Aplikasi ini.


Kaffita
setelah baca baca beberapa artikel, banyak yang bilang app ini bisa menggunakan foto kita tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, karena diawal sudah diminta persetujuan akan app ini. saya masih ragu. apakah wajah di foto saya akan disalah gunakan atau bagaimana. semoga saja tidak. bagi yang masih ragu...

Andre
Aplikasi ini bagus, namun beberapa jam setelah diinstal masalah muncul saat akan masuk ke pilihan memproses foto. selalu muncul "ada yang tidak beres" dan sama sekali tidak dapat melakukan proses edit foto menggunakan aplikasi ini? mohon feedback nya dari pengembang.

Han
Apakah ini aplikasi yang disebut sekali pakai dan buang? Saya awalnya bisa edit foto, yg kedua selalu "memproses foto.." selanjutnya ada gambar kucing bilang "ada sesuatu yang tidak beres.. " ya dengan segala rasa hormat, mohon maaf saya uninstall aplikasi ini. Terimakasih buat semuanya, terimakasig...

Zaki
Apk nya selalu eror selalu ada tanda ( Ada yg tidak beres, Harap di coba lagi) mau dengan foto selfi atau pun gambar yg sudah ada tidak terbaca. Saya sangat kecewa dengan apk ini walaupun menarik akan tetapi terjadi masalah dengan yg di inginkan..

Rayindha
awalnya download aplikasinya bagus, semuanya lancar, tp ga lama setelah itu setiap mau edit selalu muncul "ada yg tidak beres, harap coba lagi". Kirain sinyal, coba pakai wifi sama aja, di update juga ga ngaruh, uninstal & instal lagi masi aja kaya gitu..