Absen via WhatsApp - Membuat para PNS di Wilayah ini tidak Bolos Kerja

Iklan Semua Halaman

Absen via WhatsApp - Membuat para PNS di Wilayah ini tidak Bolos Kerja

adjie

WhatsApp ini membuat para PNS di wilayah tersebut harus rutin mengirimkan foto bersangkutan plus laporan kegiatan harian sebagai bukti dirinya tidak bolos kerja.

Citangkolo.Net - Absen dengan menggunakan Finger Print sudah tidak aneh lagi. Diwilayah ini , PNS di berbagai lembaga dan departemen pemerintah nasional menggunakan WA sebagai absen.

Penggunaan WhatsApp sebagai alat untuk memantau Abdi Negara adalah inonasi yang baik. Efektif dan tidak memakan biaya lebih.

Apalagi saat ini hampir semua Pegawai baik yang negeri atau sewasta, Rata rata sudah memiliki Hanhphone pintar yang tentu bisa akses Internet dan bisa di pasang aplikasi chat ini.

Seperti di Makueni, Kenya. Dikutip dari All Africa, Kamis (3/1/2019), Country Commissioner Mohammed Maalim mengatakan, langkah tersebut ditujukan guna mengatasi budaya buruk dari para abdi negaranya dalam menjalani tugas kepada masyarakat.

"Saya akan secara pribadi memantau dan melakukan pemeriksaan mendadak untuk memastikan bahwa ini dilaksanakan," ujarnya.

Ternyata Absen menggunakan WhatsApp ini membuat para PNS di wilayah tersebut harus rutin mengirimkan foto bersangkutan plus laporan kegiatan harian dan juga sebagai bukti dirinya tidak bolos kerja. Kebijakan tersebut diharapkan dapat dijalankan sepenuhnya pada tahun 2019 ini.


Mohammed Maalim juga menegaskan bakal aktif melakukan pemantauan. Apabila ada PNS yang ketahuan tak ada di tempat, ia pun akan bertindak tegas dengan melaporkannya kepada otoritas pengawas. PNS itu, atasan maupun bawahan, bakal disanksi akibat tindakan indisipliner.

Mohammed Maalim juga telah memerintahkan kepada kepala dinas masing-masing departemen untuk memastikan bawahannya itu menandatangani jam saat masuk kerja dan pulang dari kantor. Upaya itu juga agar meminimalisir agar PNS tidak membolos ketika sedang bertugas.

"Tak ada yang lebih buruk dari korupsi ketika PNS menyelinap dari tugasnya, sementara di sisi lain mereka diharapkan memberikan layanan yang tepat waktu dan berkualitas," tutur Maalim.


Lebih hemat juga bisa effesian yah...
Wa lebih murah dibanding dengan harga Finger print. Kalau di Indonesia memakai cara seperti itu bagaimana yah. Makin banyak Koruptor atau berkurang. ?