Headline

Ikuti Berita!

Masukan Alamat Email. Gratis!

Delivered by FeedBurner

GILA ! Ternyata Kecanduan Gadget-Smartphone Belum ada Terapinya dan Berbahaya Untuk Mental Anak

Diposting oleh On 07.00

Kecanduan Gadget-Smartphone Belum ada Terapinya
Banyak orang tua yang mengeluh karena anak-anaknya kecanduan alat praktis. Meskipun baru berusia 2 tahun tapi sudah bisa berselancar mencari konten yang disukainya.

Citangkolo.Net - Peranti elektronik, Smartphone atau Gadget merupakan alat yang praktis digunakan sebagai media yang paling menarik.

Sekarang, Smartphone sudah banyak digunakan oleh semua orang dan dari berbagai kalangan, bahkan anak kecil tidak sedikit yang mahir penggunaannya.

Alat elektronik Canggih ini, sering dijadikan oleh orang tua untuk mengurangi saat anak rewel. terutama ketika sedang sibuk dengan pekerjaan penting.

Meskipun banyak pendapat  yang mengatakan, Bahwa Gadget Pintar bisa dijadikan Media Pembelajaran Efektif, canggih dan Mudah di pelajari. Dengan bantuan ponsel pintar, orang tua bisa memilih konten untuk belajara dan bermain.

Tapi, Apabila penggunaannya tidak terkontrol, ternyata perkakas praktis  ini memiliki dampak negatif smartphone bagi anak.

Haris Iskandar Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) juga menuturkan bahwa " kecanduan gadget tersebut sampai sekarang belum ada terapinya".

Ternyata, Banyak orang tua yang mengeluh karena anak-anaknya kecanduan gadget. Meskipun baru berusia 2 tahun tapi sudah bisa berselancar mencari konten yang disukainya.

Meskipun Indonesia sudah menerapkan pencarian aman ( Safe Search), Orang tua harus mengarahkan pada anaknya agar digunakan dengan benar yakni untuk berkomunikasi yang baik bukan untuk keperluan lain yang dapat merusak tumbuh kembang anak.

Tanpa terasa, Ternyata Perangkat Pintar jaman ini telah merubah perilaku anak menjadi mudah emosional dan mengabaikan etika.

Lihat saja, Sekarang Banyak Anak-anak lebih peduli dengan HPnya daripada mendengarkan nasehat orang tua dan membaca buku pelajaran. dan ini merupakan gangguan kepribadian akibat gadget.

Kenapa demikian. Selain tidak ada kontrol dari orang tua, konten yang berada di internet, bahkan menjadi favorit anak-anak , sebagian besar produk luar negeri yang tidak sesuai dengan kepribadian dan alam pikiran anak-anak.

Baca Juga : Aplikasi yang bisa Mencegah anak kacanduan Video

Secara Resmi beberapa Pejabat negara juga Menghimbau: 

Dikutip dari halaman republika online, surat kabar ID, Tempo.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak , Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta perwakilan Menteri Agama mengimbau pembatasan penggunaan gadget/ gawai / perangkat pintar .

"Mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan anak serta semua satuan pendidikan, baik sekolah umum maupun madrasah, membatasi penggunaan gawai dengan tidak mengizinkan anak membawa gawai,"

"Mengimbau masyarakat khususnya orang tua, guru dan pendidik pada institusi formal maupun informal untuk proaktif memantau dan memegang kendali atas penggunaan gawai anak dan peserta didik. "Baik dengan cara pembatasan waktu maupun materi yang diakses,"

"Orang tua, guru dan pendidik untuk menanamkan pengertian dan mengajak anak berdiskusi tentang dampak negatif yang bisa timbul dari penggunaan gawai dan muatan di dalamnya".

"Pembatasan penggunaan gawai merupakan upaya untuk melindungi anak dari informasi yang tidak layak seperti radikalisme; pornografi; perundungan; diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan; dan informasi palsu".

"Juga untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif gawai seperti gangguan kesehatan dan sosial,"

Baca juga: Cara Mengurangi Supaya anak tidak menemukan konten dewasa
Kementerian Agama, Prof Abdul Rahman Mas'ud menyatakan penggunaan gawai yang tidak dibatasi dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa akibat ujaran kebencian dan informasi palsu. "Sudah saatnya bangsa ini bangkit dan membangun secara damai dan bersinergi,"

Artinya, Sebagai Orang Tua selain melihat keuntungan dan dampak baik dari perkembangan teknologi saat ini, juga waspada bahaya gadget bagi kesehatan dan mental.

Teknologi canggih bisa baik, bisa menyalurkan bakat, sebagai media pendidikan, hiburan , tetapi bisa juga sebaliknya apabila penggunaannya tidak dibatasi bagi anak.

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *