Headline

Ikuti Berita!

Masukan Alamat Email. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Diposting oleh On 04.54

Penganiiayaan Terhadap Guru Hingga Tewas, Siswa SMA Dibawa Petugas Polda Jatim
Detik-detik dimana guru koma di rumah sakit ( Photo By : Polda Jawa Timur )

CTO.Net - Salah satu siswa kelas XI di SMA N 1 Torjun, Sampang berinisial HM diringkus aparat Polda Jawa Timur, pada Kamis (1/2/2018). HM diamankan karena terbukti menganiaya guru bernama Ahmad Budi Cahyono, salah satu guru honorer di sekolah tersebut.

“Penganiayaan yang dilakukan berakibat fatal, sehingga korban menghembuskan nafas yang terakhir setelah sempat dibawa dan koma di rumah sakit,” tutur kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, dalam publikasinya di media, Jumat (2/2/2018).

Mantan Polda Sulawesi Selatan  selaku Kabid Humas itu menjelaskan, berawal dari kejadian saat korban mengajar tentang seni rupa di kelas pada kamis siang kira-kira pukul 13.00 WIB.

Di waktu itu, pelaku anak kepala Pasar Omben tak memperhatikan pelajaran yang sedang berjalan, malah mengganggu teman-temanya. Atas hal itu korban menegur pelaku supaya tidak terganggu yang lainya. Bukannya berhenti, pelaku semakin tidak peduli dan mencoret lukisan temannya.

“Sang guru kemudian menindak dengan mencoret wajah pelaku dengan alat lukis / kapur. Siswa tersebut yang tak terima langsung memukul kepala korban,” tegas Frans.

Setelah kejadian itu, kawan sekelas pelaku sempat melerai, setelah itu korban dan pelaku dibawa ke kantor untuk menyelesaikan permasalahanya. Amat, kepala sekolah selaku saksi tak melihat adanya luka di tubuh korban. Kemudian korban disuruh pulang duluan karena mengeluh sakit di bagian leher.

Beberapa waktu berlalu kemudian, Amat kepala sekolah tersebut mendapat kabar bahwa korban mengeluh sakit di leher dan pingsan, kemudian dilarikan ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Dengan terjadinya insiden itu, kepolisian dari Polda Jatim langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sampang Jufri Raidy.

“Dari pemeriksaan di rumah sakit diketahui korban mengalami mati batang otak dan semua organ dalam sudah tak berfungsi,” ucap Frans.

Tepatnya pada pukul 21.40 WIB korban meninggal dunia di rumah sakit. Penyidik Bareskrim kemudian melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui identitas pelaku dan olah TKP.

Ternyata di sekolah, pelaku tergolong suka melawan, bandel dan bermasalah dengan hampir semua guru. Banyak juga catatan merah di Bimbingan Konseling (BK).

Dengan kejadian tersebut, Tersangka kemudian ditangkap agar tak melarikan diri dan menghindari adanya tindakan balas dendam dan main hakim nantinya baik dari pihak keluarga korban.

Pelaku yang ternyata muridnya dalam penganiayaan dimasukan masih tergolong di bawah umur sehingga perlu langkah dan penanganan secara khusus sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” katanya.

Berikutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *